Saturday, November 17, 2007

PENGAMEN HEBAT (SANG MAESTRO)

Sabtu siang, disaat mendung. Ketika itu gue lagi asik ber-YM dengan teman tiba-tiba terdengar sayup-sayup suara orang sedang menyanyi sambil membawa gitar. Ya dia seorang pengamen jalan, mungkin dia termasuk salah satu dari jutaan orang yang berani mengadu nasib di Jakarta. Walaupun bisa dibilang gagal, tapi dia tidak menyerah, dia tidak mengemis, bahkan dia tidak melakukan tindakan kriminal... dia menyari nafkah dengan jalan yang benar, MENGAMEN.

Mendengar pengamen sedang bernyanyi, yang terlintas dipikiran gue "Ah.. palingan dia nyanyi ngga sampe satu bait, trus dapet gopek atau paling ngga seceng". Makin lama saya dengar, ternyata suaranya dapat membius telinga saya. Saat saya mengintip, ternyata dia sedang mengamen di rumah tetangga saya, pengamen itu memakai kemeja biru yang sedikit kebesaran, celana jeans, sepatu, dan rambut yang gondrong ditutupi dengan topi (yaahh bisa dibilang gaya ala filem CATATAN SI BOY). Setelah gue perhatiin cukup lama, pengamen itu sudah menyanyikan 2 lagu, setelah selesai dia pun meminta bayarannya. Akan tetapi, hanya kata MAAF yang keluar dari tetangga Gue. GILA... udah 2 lagu cuma dapet kata maaf...!!!

Gue pun melangkahkan kaki menuju kamar, dan sebelum saya memegang gagang pintu untuk membuka kamar, ternyata pengamen itu berpindah tempat kedepan pagar rumah gue. Gue ngga jadi masuk kamar, gue pun berniat mendengar lagunya sampai habis lalu membayarnya. Lagu yang dibawakan memang lagu-lagu Indonesia lawas tahun era 70-80an. Suaranya pas sekali dengan bunyi gitar yang dia mainkan, bisa dibilang perpaduan yang harmonis antara petikan gitar dan karakter vokal sang pengamen. Ketika selesai, gue pun berniat ngambil duit seribuan. Eh, pas mau ngambil duit, terdengar suara teriakan nyokap gue "Satu lagu lagi bang!!"...

Kaget campur heran gue denger nyokap gue nge-request lagu. Gue pun buru-buru turun, sambil menanyakan "Ma, nambah lagu? doyan apa laper??" nyokap pun hanya menjawab, "Iya, habis suaranya enak.."

Saat lagu akan selesai, nyokap gue ngambil duit gocengan, dia bilang "Bal bilang sama abangnya 1 lagu seribu..", Saat itu gue ngga tega, gue bilang aja, "Jangan ma, 1 lagu lagi aja. Anggap aja 2 ribunya buat bayar ongkos tadi dia main dirumah tetangga." (SADISSS... mulia benar hati gue...)

Setelah selesai, gue pun menghampiri pengamen itu sambil menyanjungnya "Keren bang suaranya, nih duitnya.. boleh request satu lagu lagi??" Abangnya dengan antusias menjawab "Boleh dik.. Boleh... Mau lagu apa?". Dikasih serangan balik.. bingung juga gue... "Yaahhh terserah deh bang, yang penting enak aja..."
Dia pun kembali mendendangkan sebuah lagu terakhir... suaranya yang merdu terbang mendayu-dayu di gang gue....

Lagu pun habis... dia lalu mengucapkan terima kasih dan beranjak kerumah yang lain... Tapi ternyata baru beberapa langkah dia berjalan. Tiba-tiba terdengar teriakan "Bang sini bang...". Suara itu terdengar dari rumah tetangga gue yg td ngga ngasih duit... "Udah kepatil lo sm suarannya"guman gue... Hahahahaha

Dirumah tetangga gue itu, direquest lagu-lagu yg ceria, lalu tetangga gue dan sang maestro bernyanyi bersama... cih... gelagat apa pula ini? bernyanyi bersama...

Sampai akhirnya dirumah itu selesai... saya lihat dari balkon rumah saya, sudah berdiri didepan rumahnya masing-masing para tetangga yang lain... ternyata tidak disangka.. mereka nungguin pengamen itu... trus disuruh nyanyi didepan rumahnya... mungkin klo di-itung2 sang maestro bisa dapet duit sekitar 50ribu perak... dan itu cuma di gang gue doang....!!!

CERITA INI ASELI 100%

No comments: